rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Selasa, 28 Desember 2010

Sensasi Piala AFF 2010.. Mulai piala Tiger sampai Piala AFF sekarang.

Dibulan Desember ini Indonesia euphoria sepakbola benar2 terasa. Seluruh rakyat Indonesia sejenak hampir “melupakan” semua perkara politik, ekonomi bahkan korupsi di negeri ini. Berita2 sejenis itu seolah bergeser, entah masyarakat yang mulai apatis, tapi sebenarnya tidak bisa di pungkiri, prestasi sepakbola kali ini cukup menyejukkan bagi masyarakat yang sudah sangat jenuh dengan berita2 yang sepertinya tidak memberikan harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Mungkin..

Lihatlah sensasi Piala AFF. Hampir seluruh masyarakat dari kalangan atas sampai kebawah berteriak bersama mendukung TimNas Indonesia. Media yang semula lebih banyak berbicara politik, kini sepak bola menjadi tajuk utama. Bahkan topic  infotainment juga sedikit bergeser dari semestinya dengan banyaknya berita mengenai TimNas Indonesia. Lihat saja Majalah NOVA yang notabene dikenal majalah ibu2 rumah tangga berani meletakkan foto Irfan Bachdim di Cover depannya. Luarrr biasa..

Sebenarnya tidak hanya Turnamen kali ini saja, setiap kali olahraga paling popular ini berlaga di kompetisi internasional tentunya ribuan dukungan mengalir. Khusus untuk kejuaraan ini, persaingannya jelas beda. Kejuaraan ini adalah kompetisi dimana masing2 negara menunjukkan siapakah yang terbaik dikawasan asia Tenggara. Ditambah lagi konflik diluar lapangan seperti politik, perbatasan wilayah dan konflik2 lainnya yang memicu ketegangan antar tetangga di asia tenggara.  Tidak bisa dielakkan, selalu terjadi pertandingan-pertandingan menarik, karena masing2 tim dari tiap Negara pasti akan menunjukkan siapa yang terbaik. Mari kita cermati perkembangan singkat kejuaraan ini mulai pertama kali digelar hingga sekarang. 


Awal mulanya turnamen ini adalah di tahun 1996. Waktu itu piala ini masih disebut dengan piala Tiger, berlangsung Di Singapura. Kali itu Indonesia hanya mampu berada di peringkat 4, karna kalah melawan Vietnam. Sedangkan sang Juara adalah Thailand yang menyingkirkan Malaysia dengan skor tipis 1-0

Ditahun 1998. Perhelatan selanjutnya di piala Tiger menimbulkan kontroversi. Indonesia dan Thailand yan g berlaga  di penyisihan grup memainkan sepakbola Gajah. Hal ini merupakan hasil dari kesengajaan bek Indonesia, Mursyid Effendi mencetak gol ke gawang sendiri saat melawan Thailand. Kedua tim yang sama2 telah lolos kesemifinal sama2 ingin menghindari tuan rumah Vietnam. Dan hasilnya Indonesia “mengalah” 2-3. Dan Thailand terpaksa bertarung melawan Vietnam. Akibat peristiwa itu, FIFA akhirnya mendenda kedua tim sebesar US$40 ribu. Indonesia dan Thailand terbukti merusak semangat fair play. Indonesia mendapat tambahan hukuman, Mursyid Effendi dilarang bemain di pentas internasional selama seumur hidup. Naasnya, Indonesia pun akhirnya kalah melawan Singapura di semifinal, yang akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0. Sementara Indonesia bertarung kembali melawan Thailand memperebutkan peringkat 3.  Dan beruntung menang adu penalty dengan skor 5-4.

Indonesia kembali berlaga di Piala Tiger 2000. Prestasi Indonesia menanjak yang semulanya mendapatkan peringkat 4 ditahun 1996 dan 3 di tahun 1998 kini ditahun 2000, Indonesia berada di posisi 2. Lawan yang menjadi penghalang juara adalah Thailand. Namun untuk pertama kalinya Indonesia mendapatkan wakil di Top Skor lewat Gendut doni dengan 5 gol yang bersanding dengan worawott srimaka (Thailand).

Final Piala Tiger 2002 menjadi rematch buat Indonesia. Sayangnya Indonesia yang saat itu berlaga dengan skuad yang menjanjikan dengan asuhan Ivan Kolev kalah menyakitkan melalui adu penalty oleh Thailand.  Kekalahan  yang sangat menyakitkan, karena Indonesia sempat lebih dahulu unggul. Ditahun ini pula Bambang Pamungkas menjadi bintang dengan Top Skor turnamen 8 Gol.

Piala Tiger 2004  Indonesia berbenah, Pelatih Thailand yang mengantarkan juara ditahun 2002 direkrut dan alhasil Indonesia sampai ke final. Walaupun di semifinal Indonesia harus berjuang keras menang atas Malaysia. Kali ini lawan Indonesia adalah singapura yang di perkuat oleh pemain2 naturalisasi. Indonesiapun kembali kalah di final. Dengan ini, Indonesia menjadi tim pertama yang lolos ke final dengan 3 kali berturut2, namun sayangnya 3 kali pula gagal. Dan juga secara berturut menyumbang pemain, kali ini Ilham Jayakusuma yang menjadi Topskor. Sejak tahun ini pula babak semifinal dan final Piala Tiger diselenggarakan dengan sistem tandang-kandang. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya Piala Tiger diselenggarakan di dua negara. Selain itu, Piala Tiger kali ini juga mencatat keikut sertaan Timor Leste dalam kejuaraan ini untuk pertama kalinya.

Tahun  2007 menjadi cerita yang menyakitkan. Untuk pertama kalinya Indonesia tidak lolos ke semifinal. Pada tahun ini kejuaraan diadakan di Singapura dan Thailand. Dan kembali dijuarai Singapura setelah mengalahkan Thailand pada final di kandang Singapura dan bermain imbang di kandang Thailand.

Tahun 2008 kembali Indonesia tidak berhasil meraih gelar. Benar2 fakta yang menyakitkan, mengingat kita adalah bangsa besar diasia Tenggara. 12 tahun tidak meraih gelar. Piala Suzuki AFF 2008 diadakan di Indonesia dan Thailand yang kali ini dijuarai Vietnam yang mengalahkan Thailand pada final di kandang Thailand dan bermain imbang di kandang Vietnam.  Kali ini Indonesia kembali mempunyai wakil didaftar topskor dengan 4 gol Budi Sudarsono (Indonesia) bersama Agu Casmir (Singapura), dan Teerasil Dangda (Thailand).

Harapan besar ada di Piala AFF edisi tahun ini. Dipenghujung tahun 2010 ini, Indonesia seperti memiliki nafas baru, dengan skuad yang lebih segar dari sebelumnya plus didukung dengan pelatih yang baru yang terkenal dengan disiplin yang sangat tinggi. Belum lagi di tambah pemain naturalisasi yang pertama sekali berada di TimNas Indonesia. Hal inilah yang membuat Sepakbola nasional berkibar di seluruh penjuru negeri. Tak ayal, supporter dadakan pun bermunculan mulai yang tidak suka menonton bola kini mati2an mendukung TimNas Indonesia. Tidak hanya itu, seluruh supporter berasal dari berbagai klub nasional yang “biasanya” berseteru kini bersatu untuk mendukung Garuda. Sudah lama Negeri ini haus gelar. Sudah lama negeri ini tidak merasakan prestasi didunia sepakbola.

Kalau dilihat dari sisi lain, sebenarnyan euphoria ini juga sangat dibantu oleh berkembangnya pengguna jejaring sosial. Mulai dari facebook sampai Twitter. Mayoritas Masyarakat pengguna di Indonesia menghiasi wall atau tweet nya dengan hal2 yang berbau sepak bola. Tak bisa dipungkiri, kisah Timnas entah itu bentuk dukungan atau nama pemain sering menghiasi daftar Trending Topic di Twitter. Belum lagi semakin terkenalnya lagu GARUDA DIDADAKU versi band yang dibawa oleh NETRAL, sangat membangkitkan rasa Nasionalisme.  Lagu ini sepertinya terus dinyanyikan saat TimNas berlaga dan juga sering diperdengarkan di media2 televisi. Yahh.. Piala AFF kali ini benar2 penuh sensasi. Mari kita terus support GARUDA..!!


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar ..

Selamat datang!!

1 dari dari 3 blog.. Tapi ini dia blog yang dikelola secara pribadi.. hehe.. Mari berbagi, dengan sebuah catatan kita dapat mengingat, mengulang dan Belajar...

http://catatanrazi.blogspot.com/

We will sleep when we are dead